Nasi uduk masih anget
Beli nya dipinggir jalan
Yang lagi duduk manis banget
Bboleh dong kita kenalan
Mulanya duka kini menjadi lara
Teman tiada hanyalah sendu
Bila rindu mulai membara
itulah tanda cinta berpadu
Mata genit beradu pandang
Senyum adik menggoda abang
Ayolah adik kita melayang
Menuju negri jauh disebrang
Main laptop larut malam
Besok telat masuk kerjaan
Kalau adik keluar malam
Pasti lagi kejar setoran
Panas-panas kota jakarta
Akibat pemanasan dunia
Bila ingin lulus sarjana
Tidur malam tanpa celana
Meler-meler ingus keteter
Sampai sakit dikepala
hati-hati sering teler
bisa-bisa ke Alam baka
Kelap-kelip lampu diskotik
ada musik tambah asik
Gimana mau nilai apik
Makannya aja cuma keripik
Buah duku buah rambutan
Cuci piring bawah jembatan
Entah jodohku entah bukan
Yang penting persahabatan
Jalan-jalan beli pisang
Jangan lupa beli sepatu
Aku cuma mau bilang
Aku cinta sama kamyuu
Bunga kaktus tumbuh dirawa
warna kuning dekat cemara
Bila tikus jadi terdakwa
Biar kucing jadi pengacara
Makan nasi sepiring berdua
Rasanya enak tiada tara
Awas cowo suka menggoda
Diam-diam watak buaya
Buah duku buah rambutan
Cuci piring bawah jembatan
Entah jodohku entah bukan
Yang penting persahabatan
Jalan-jalan beli pisang
Jangan lupa beli sepatu
Aku cuma mau bilang
Aku cinta sama kamyuu
Bunga kaktus tumbuh dirawa
warna kuning dekat cemara
Bila tikus jadi terdakwa
Biar kucing jadi pengacara
Makan nasi sepiring berdua
Rasanya enak tiada tara
Awas cowo suka menggoda
Diam-diam watak buaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar